Do you have room for Jesus? Judul ini aku ambil dari sebuah CD yang aku dapat dari RBC Ministries. It is a very nice CD. Walaupun aku belon sempet dengerin sampe habis, tapi di sana ditanyakan “Do you have room for Jesus?”
Natal. Hmm. Apa sih arti Natal buat kita? Kemarin malem, di ibadah Family Altar (FA) di Ang Mo Kio, kami diingatkan soal apa arti Natal. Santa clauss is coming to town? Dekorasi hiasan di setiap mall dan jalanan? Liburan ? Pesta? Memberikan hadiah pada orang yang kita kasihi? Natal saat ini sudah kehilangan maknanya. Natal identik dengan santa claus, pesta, pernak pernik, liburan, hadiah. Tahukah kita bahwa sebagian orang malah sudah menghilangkan Yesus di natal itu sendiri? Merry X’mas. X menggantikan Christ, sehingga natal bisa dianggap bukan hanya perayaan bagi orang Kristen, tapi untuk kalangan lainnya.
Tiba2 aku teringat dengan sebuah cerita yang pernah aku baca dari mailing list gereja kami. Instead of providing a room for Jesus, are you ready for giving the whole of your heart for Him? Ada seseorang mengundang Yesus ke rumahnya. Yesus senang, dan orang itu juga senang sekali. Orang itu menyediakan kamar yang terbaik bagi Yesus. Ia menyediakan segala perlengkapan yang terbaik, makanan yang terbaik bagi Yesus. Saat malam tiba, Yesus terlelap di kamarNya, tiba2 ada suara gaduh di depan pintu, sang empunya rumah, turun, karena ingin tahu, ia membuka pintu. Terlihat dua iblis di sana, dan langsung ketika pintu dibukakan, dua iblis ini menarik orang ini seraya berkata “Ayo ikut kami”. Orang ini bertahan, bergumul, dan berkelahi dengan iblis. Setelah 2 jam, akhirnya ia berhasil dan iblis pergi dari rumahnya. Ia terheran2 koq Yesus diam aja dan terlelap di kamarNya? Tapi ia enggan bertanya pada Yesus di keesokan harinya. Di malam berikutnya iblis datang lagi, kali ini ada tujuh iblis, dan sang empunya rumah kembali bergumul dan berkelahi sampai 5 jam dan akhirnya iblis pergi. Sang empunya rumah kelelahan, dan ia benar2 penasaran. Keesokan harinya ketika ia ke kamar Yesus, ia bertanya padaNya, Tuhan Yesus, tahukah Engkau dua hari ini aku bertarung melawan iblis dan aku hampir dibawa oleh mereka? Yesus menjawab, “Ya anakku, aku mendengar suara gaduh di lantai bawah.” Lalu orang ini bertanya lagi, “Tuhan, bukannya aku lancang bertanya, tapi mengapa Engkau tidak menolongku?”. Tuhan berkata, ” Anakku, Aku berteriak memanggilmu dari pintu ini, tetapi engkau tidak mendengarku. Anakku, pintu kamar ini kayu tebal, dan ketika Aku berusaha membukanya, Aku baru sadar bahwa pintu ini terkunci dari luar.”
Lalu sang empunya rumah ini menangis… Ia memang menyediakan ruangan terbaik buat Yesus, tapi ia lupa untuk memberikan kunci kamar itu kepada Yesus. Ia menyerahkan kunci kamar itu kepada Yesus, dan bukan kunci kamar saja, tapi seluruh kunci untuk membuka semua pintu di rumah itu ia berikan kepada Yesus. Malam itu, iblis membuat kegaduhan lagi di depan pintu. Yesus membuka pintu rumah dan dilihatNya ada 30 iblis di sana. Yesus berkata, “Ada apa buat gaduh malam2?”. Iblis yang bentuknya paling menyeramkan berkata, “Errr… errrr…. maaf tuan, sepertinya kami salah alamat.” Lalu ketigapuluh iblis itu dalam sekejap hilang dari hadapan Tuhan Yesus.
Cerita ini menganalogikan seperti hati dan kehidupan kita. Seringkali kita mengunci Yesus di ruangan tertentu. Seringkali kita gak mengijinkan Tuhan untuk ikut campur dalam beberapa hal kehidupan kita. “Tuhan, Kau adalah Tuhanku, tapi untuk urusan jodoh, aku pilih sendiri yah…
” Seringkali kita cuman ijinkan Yesus tinggal di sebuah kamar di hati kita dan kita berjalan sendiri di area kehidupan kita yang lain. Natal adalah sebuah peringatan kelahiran Tuhan Yesus sang juruselamat ke bumi 2000 tahun yang lalu. Tapi apakah kita ingat, untuk apa Tuhan Yesus datang ke dunia ??? Yes, correct it is for saving your life and mine
Do you have a heart for Jesus?
GBU