Kita saat ini udah ada di penghujung tahun. Walau masih ada beberapa hari lagi sebelum masuk tahun 2008, sudah saatnya kita menengok sedikit kehidupan kita di tahun 2007. Seperti apakah kehidupan kita di tahun 2007? Mungkin ada beberapa di antara kita begitu diberkati, dalam keluarga, pekerjaan, dan bidang kehidupan lainnya. Namun juga mungkin ada di tahun 2007, beberapa doa kita belum dijawab Tuhan. Mampukah kita masih percaya sama Tuhan walau doa kita belum dijawab sama Tuhan?
Seringkali ketika kita menengok review ke belakang, kita sering mencari, ‘apa sih yang Tuhan udah kerjain di kehidupan kita.’ Namun hari ini, maukah kita mengganti topik kita menjadi, ‘apa sih yang aku udah kerjain buat Tuhan?’. Di dalam doa2 kita, kita sering meminta pada Tuhan. Kesulitan ekonomi, kesehatan, keluarga, dan lain2 menjadi topik utama di dalam doa kita. Namun, sadarkah kita bahwa ekonomi, kesehatan adalah hanya sebuah dampak dari kemuliaan Tuhan yang kita bawa di dalam hidup kita? Financial dan kesehatan hanya sebuah dampak! Masalah ekonomi dan kesehatan bukanlah apa2 di hadapan Tuhan. Tuhan pencipta langit bumi koq. Dia sanggup. Jika Ia memerintahkan masalah itu lenyap maka itu akan lenyap. Ketika kita hanya melihat dampak2 itu semata, kita bisa kecewa, karena dampak2 itu iblis juga bisa kasih. Tapi ada satu yang iblis gak bisa kasih, yaitu damai sejahtera dan sukacita sejati.
Sudah saatnya kita melihat masalah dari cara pandang Tuhan. Jika kita masih bisa hidup hari ini, Tuhan punya tujuan. Anugerah Tuhan itu cukup bagi kita setiap hari. Jika kita mengingat cerita Goliat, ada dua pandangan terhadap Goliat saat itu. Tentara Israel berpandangan bahwa Goliat itu menakutkan, besar dan pasti kalah kalau bertarung dengannya. Namun Daud berpandangan lain, Goliat besar, chance untuk menjatuhkannya jauh lebih besar daripada orang yang berperawakan kecil. Kita bisa melihat masalah kita sebagai hal yang menakutkan atau sebagai kesempatan yang bisa kita ambil untuk bertumbuh.
Sikap hati kita adalah hal yang terpenting. Seringkali kita kalah terhadap keadaan. Padahal kita punya pahlawan yaitu Tuhan kita! Di dalam Zefanya 3:17, Tuhan adalah pahlawan yang memberi kemenangan bagi kita. Janganlah fokus pada kelemahan kita. Jangan menyalahkan keadaan atau orang lain. Fokus pada Tuhan dan kekuatan kita. Ketika ada ucapan syukur kepada Tuhan di dalam kehidupan kita, ada kuasa Allah turun menyertai kita.
Kita adalah umat pemenang dan bahkan lebih dari pemenang! Ketika kita masih ada doa2 yang belum dijawab Tuhan tahun 2007 ini, mari kita ucapkan syukur pada Tuhan atas berkat2 lain yang masih bisa kita nikmati saat ini. Ucapkan syukur dan tetap berseru pada Tuhan, karena Tuhan ingin mendengarsetiap seruan hati kita. Ada analogi yang menarik mengenai seruan doa. Hubungan kita dan Tuhan bisa diibaratkan sebagai anak dan orang tua. Ketika seorang bapak duduk di meja makan, lalu tiba2 sang anak mondar mandir di hadapan sang bapak tanpa berbicara sepatah kata, tentu sang bapak akan bingung. Seorang bapak tentu mengerti kebutuhan anak2nya, apalagi Bapa kita di surga, namun, seruan kita merupakan hal yang ingin Tuhan dengar dari hati dan mulut kita. Jangan hanya kita mondar mandir di hadapan Tuhan. Ucapkan syukur dan berseru sama Tuhan.
Ketika kita melihat sebuah masalah dari cara pandang Tuhan, maka dampak yang kita dapat di dalam kehidupan kita juga akan lain. Kita punya Allah yang besar. Jangan menyerah dan jangan putus asa pada keadaan kita. Karena Tuhan adalah pahlawan kita, dan Dia telah dan akan terus menjadikan kita sebagai umat yang lebih dari pemenang !
God Bless You All.
Filipi 4:6 ~ “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
(References : Doa puasa tgl 22 Desember 2007, Ibadah Raya 1&2 tgl 23 Desember 2007)