Esensi Waktu

Apakah definisi dari waktu? Waktu itu begitu dekat dengan kita. Setiap hari kita menjalani waktu kita, entah itu di sekolah, di kantor atau pun di rumah.

Menurut kamus online yang ada di internet, dalam bahasa inggris dijelaskan, time is the continuum of experience in which events pass from the future to the present to the past. Waktu adalah suatu ukuran ciptaan Tuhan untuk menentukan sebuah masa atau durasi. Tuhan menggunakan hitungan ‘hari’ saat ia menciptakan dunia ini. Terutama di dunia yang fana ini, di mana semua mempunyai ‘umur’nya masing-masing, waktu menjadi sangat penting bagi setiap makhluk yang berada di dalamnya.

Tidak terasa, besok adalah hari terakhir di bulan Januari 2008. Waktu berlari sangat cepat, hari demi hari, minggu demi minggu. Tahun demi tahun. Tapi seringkali, kita gak ngerti esensi waktu kita sendiri.

Coba kita lihat, jika Anda hidup sampai umur 70 tahun, maka anda mempunyai total 613200 jam di dunia ini. Bila Anda sekarang umur 25 tahun, berarti Anda sudah menghabiskan 219000 jam di dunia ini. Jika Anda menghabiskan rata-rata 8 jam tidur sehari, berarti sudah 73000 jam Anda habiskan untuk tidur. Mmm, pernahkah Anda bersyukur karena Tuhan sudah membuat jantung Anda berdetak selama 219000 jam di dunia ini? Kalau jantung Anda berdetak selama 90 kali satu menit itu berarti jantung Anda sudah berdetak sebanyak 1,182,600,000 kali jika Anda berumur genap 25 tahun.

Sebenarnya yang terlintas di dalam pikiran aku bukan masalah jantung. Namun, seberapa kita menghargai waktu kita di dunia ini. Jika Anda ingin tahu apa arti dari 5 tahun, tanyakan pada seorang mahasiswa yang menyelesaikan studi nya selama 5 tahun. Jika Anda ingin tahu arti dari 9 bulan, tanyakan pada seorang ibu yang mengandung bayi sebelum dilahirkan. Jika Anda ingin tahu apa arti dari 12 jam, tanyakan pada orang-orang yang bekerja shift. Jika Anda ingin tahu apa arti 30 menit, tanyakan pada orang yang telat memasuki ruang ujian. Dan jika Anda ingin tahu apa arti 1 menit, tanyakan pada orang yang baru saja ketinggalan kereta.

Waktu tidak bisa diukur dengan uang. Ada yang berkata time is money. Why? Because it is very precious. Cannot be compared to any other things in this world. Tapi seringkali sekali lagi aku katakan, kita gak menghargai waktu.

Waktu tidak bisa diciptakan dan juga tidak bisa dihilangkan. Waktu akan ada kalau kita menyediakan diri kita untuknya, dan waktu akan hilang kalau kita lupa padanya!

Dari kecil, aku diajari untuk masuk sekolah on time. Dan aku dilatih untuk menghargai waktu. Buat aku, lebih baik datang 15 menit lebih pagi, dibandingkan 1 menit datang terlambat. Jika Anda hendak terbang menggunakan pesawat, tidak akan beda jika Anda terlambat 1 menit, 2 menit atau 1 jam sekalipun, karena faktanya adalah ANDA SUDAH TERLAMBAT, dan pesawat pun sudah meninggalkan Anda.

Di sisi lain, ada orang yang selalu SIBUK. Ketika seorang teman mengajak sekedar makan siang, ia akan berkata kalau ia SIBUK. Dan bahkan, ketika berhubungan dengan doa, kadang kita terlalu SIBUK buat Tuhan. Oh Tuhan, hari ini aku sangat sibuk, aku harus pergi ke kantor pagi2 supaya semua kerjaan bisa beres lebih cepat, dan setelah itu aku bisa punya waktu untuk Engkau. Waktu bicara soal PRIORITAS dan MENYEDIAKAN. Semua orang diberi waktu sama 24 jam satu hari oleh Tuhan. Tidak ada yang berlebih ataupun yang kekurangan.

Menyediakan waktu buat Tuhan kadang menjadi tawar menawar antara kita dan Tuhan. Contoh sibuk di kantor tadi adalah salah satunya. Kita seolah2 bersandar pada pengertian kita sendiri yang membimbing kita masuk ke dalam pola pikir rasional. Ketika aku datang lebih awal aku akan bisa mengerjakan banyak pekerjaan. Marthin Luther King, bapak protestan dunia mengatakan, “Terlalu banyak yang harus aku kerjakan hari ini, sehingga aku akan mengawali hariku dengan 3 jam bersama Tuhan.”

Sekali lagi waktu adalah soal prioritas. Contoh lain, sebuah keluarga akan berkata, aku gak bisa melayani di gereja lagi, sekarang aku udah punya anak, aku harus ngurus anak. Sepertinya masuk akal… Keluarga lain berkata, oh aku gak bisa ke gereja tepat waktu karena persiapan untuk anak2 mandi makan membutuhkan waktu lama. Hmmm sekali lagi, sepertinya masuk akal… Ada satu contoh lagi, ketika seseorang terlambat masuk kantor dan dia berkata, “Jalanan Macet.”

Aku gak bakal discuss soal contoh2 di atas. Hanya ingin menegaskan kalau waktu adalah soal PRIORITAS. Yang menghabiskan banyak waktu Anda, itulah Prioritas Anda.

Aku juga bukan mengajari atau mengkritiki saudara yang suka telat ke gereja, atau yang jarang on time. Tapi, hanya ingin share aja, kalo waktu itu sangat berharga. Terlalu berharga untuk dipakai sia2.

Ketika kita bargain sama Tuhan soal waktu, ada kalanya, Tuhan mungkin juga akan bargain soal waktu.

God Bless You All…

Respond to this post