Setiap pria mempunyai tiga pribadi yang harus dihadapinya : Pribadi yang dilihat oleh orang lain, pribadi yang dilihat oleh dirinya sendiri, pribadi dia yang sebenarnya.
Kita sekarang berada pada generasi yang lebih mengutamakan bungkus daripada isinya. Padahal Alkitab dengan jelas berkata bahwa manusia melihat penampilan (kesan diluar), tetapi Tuhan selalu melihat hati (kepribadian kita).
Kepriaan serorang pira akan memotivasi tindakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian tindakannya akan menghasilkan kebiasaan. Dan kebiasaan akan menghasilkan karakter (baik atau buruk).
Orang lain akan percaya kepada Yesus, kalau kita sebagai orang Kristen mempunyai kepribadian Yesus di dalam hidup kita. Para pria di dunia membutuhkan teladan sekarang ini. Hari-hari ini, semua makhluk mengeluh di dalam menantikan anak-anak Allah (yaitu kita sendiri). Yesus ada di dalam kita (kol 1:26-27). Oleh sebab itu, biarlah kepribadian Yesus yang baik, lemah lembut, penuh kasih, ada di dalam kita, dan mellaui hidup kita, kita menjadi berkat bagi orang lain.
Jujurlah terhadap diri sendiri secara pribadi, jangan membohongi diri sendiri, sebab orang yang membohongi dirinya (antara perkataan dan hatinya tidak sama), hati/kepribadiannya akan membantu (menjadi keras).
Para pria, dunia menantikan Anda, jadilah pribadi yang kuat dalam Kristus.
(Diambil dari : Hikmat bagi Pria, Dr Edwin Louis Cole)
Posted by andry on December 4, 2008 at 2:39 am
Thank’s !!!!!!