Kemalasan

Ternyata, malas itu adalah dosa. Bermalas-malasan merupakan dosa yang Tuhan tidak suka. Di bawah ini aku ambil beberapa paragraf dari buku 7 Dosa Maut yang ditulis oleh Billy Graham.

***

Buku kamus memberi rumus kemalsan sebagai berikut : “keengganan untuk bergerak, bekerja lamban, tak berbuat apa-apa.”

Alkitab banyak berbicara tentang kemalasan yang merusak, mematikan dan terkutuk itu. Dalam Amsal 19:15 dikatakn : “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.” Kemudian dalam 21:25 dikatakan : “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.”

Banyak orang jadi sakit dan mati, bukan karena mereka mengotori tubuhnya dengan dosa, tapi karena menyia-nyiakan tubuhnya. Mereka terlalu malas untuk mengurus dirinya. Tiap tahun kemalasan mengambil korban ribuan yan gmati di jalan raya, ribuan jadi sakit payah dan tak terhitung orang-orang yang menderita dan melarat di seluruh dunia.

Tepatlah kata orang : “Bukan apa yang kau telah kerjakan, tapi apa yang tidak kau kerjakan yang membuat hatimu tidak tenteram di kala matahari terbenam.”

Kebanyakan dari kita lebih suka tidur sekejap lagi pagi-pagi daripada menggunakan waktu lima belas menit dalam doa dengan Allah.

Kita membiarkan segala hal menghalangi kita berhubungan dengan Allah. Kalau saudara punya janji untuk bertemu dengan presiden negara saudara pada suatu jam tertentu, saya berani mengatakan bahwa saudara tidak akan lalai atau terlambat. Barangkali sebelum pergi saudara akan betul-betul menyediakan diri saudara apa yang hendak saudara katakan, pakaian mana yang hendak saudara pakai dan lain sebagainya, sebab hendak menemui orang yang begitu penting. Tapi kita selalu terlambat dan lamban terhadap janji kita dengan Allah. Kita tak pernah mempersiapkan pikiran kita untuk jam doa kita. Biasanya kita memberi Allah sisa-sia waktu kita, atau saat terakhir sebelum kit apergi tidur, pada waktu mana kita sudah begitu mengantuk dan cape sehingga kita tak dapat memusatkan pikiran lagi pada doa kita. Dalam hal ini kita melakukan dosa kemalasan.

Hal yang paling jelek yang dilakukan oleh kemalasan terhadap seseorang ialah merampas daya kerohanian orang itu, yakni daya kekuatan mengambil keputusan Kristen. Kalau ia dalam keadaan bodoh dan malas, keadaan kerohanian yan gsetengah tidur ini tak memungkinkan dia memilih Kristus. Mungkin ia dapat menyetujui kebenaran dengan pikirannya; ia malahan mungkin mengetahui doktrin-doktrin agama, tapi ia takkan sanggup mengambil tindakan positif. Jlaan di depannya lebar dan rata. Ia tahu jalan mana yang harus ditempuhnya, tapi kemalasan telah membuat keinginannya lemah dan tak bertanggung jawab. Dosa ini harus diakui sama seperti dosa-dosa lainnya. Dalam Yakobus 4:17 dikatakan : “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

Di antara orang banyak yang berkumpul di sekitar salib Kristus ada orang-orang yang punya dosa kemalsan. Walaupun Kristus Anak Allah sudah hampir mati, Matius 27:36 melaporkan bahwa “Mereka duduk di situ menjaga Dia”. Alangkah acuh-tak acuhnya sikap orang-orang ini! Kemalasan seperti itu tak bisa masuk akal! Tapi sesaat sebelum Yesus menghembuskan nafasNya yang terakhir, Ia melihat kepada orang-orang berdosa di sekelilingnya, yakni, para pencuri, pembunuh, penjudi, orang-orang munafik, orang-orang yang memakai nama Allah dengan sia-sia, orang-orang cabul, orang-orang congkak, pendengki, orang-orang serakah, pelaha dan orang-orang malas; lalu Ia berkata, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Pada saat itu, Domba Allah (bagi setiap orang yang mau percaya) mengambil semua dosa dunia ini. Dengan pekerjaan penyelamatan yang sempurna ini Ia membuka jalan ke sorga.

Hidup kekal sekarang dapat dicapai oleh setiap orang. Juruselamat sama dekatnya dari saudara dengan penyerahan hati saudara kepadaNya, atau saudara dapat juga membuat Dia jauh dari saudara menurut keinginan saudara. Roh saudara yang membangkang dan malas adalah penghambat yang paling besar bagi Dia untuk masuk ke dalam hati saudara.

***

GBU All.

One Response to this post.

  1. Posted by Marluga on June 3, 2008 at 11:23 am

    Wah enak ya kalau bisa lepas dari kemalasan…. banyak potensi tidak maksimal karena mlas dan sombong ya dua-duanya berkaitan.

    Saya suka buku tersebut walaupun tidak tebal tapi cukup aplikatif dan tepat sasaran…. 7 Deadly Sin…. sampai dibuat dalam FILM.

    Reply

Respond to this post