Beberapa waktu di ibadah dewasa muda ada pemutaran film Joseph the King of dreams. Sebuah film yang menurut ku sih sangat apik dan unik. Walaupun kita tau seperti apa cerita Yusuf, mulai dari dia bermimpi, dijual oleh kakaknya, menjadi budak, dipenjara dan sampai akhirnya menjadi perdana menteri dan menyelamatkan bangsa Mesir dari kelaparan. Ia juga menyelamatkan seisi keluarganya dari bencana kelaparan.
Sebuah pesan yang disampaikan dari cerita Yusuf, kita semua sudah tahu. Bahwa Tuhan selalu menjaga anak-anakNya. Bukan itu saja, Yusuf, di manapun ia berada ia selalu memberikan yang terbaik. Ia mungkin kesal sesaat, ia mungkin juga lelah dalam kondisi tertentu, ia merasa diperlakukan tidak adil. Namun satu hal, ia tidak pernah menyalahkan Tuhan. Sebaliknya Yusuf di manapun ia berada, ia selalu memberikan yang terbaik, ia mengetahui talenta yang telah Tuhan berikan padanya, dan ia tahu bagaimana menggunakan talenta yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepadanya.
Koq rasanya cerita Yusuf itu luar biasa yah. Tapi coba kalo kita bayangkan, semua kita ini adalah Yusuf Yusuf jaman sekarang. Pernah merasa dunia tidak adil? Atau kadang kita merasa dibeda-bedakan? Kita merasa difitnah? Kita diperlakukan sewenang-wenang oleh atasan kita? Hak kita diambil semena-mena? Kita disakiti secara fisik dan pikiran? Atau kita bahkan dilarang untuk mempunyai kehendak bebas? Banyak sekali hal-hal yang tidak enak yang mungkin pernah kita rasakan sepanjang hidup kita. Bukankah kondisi kita sama dengan Yusuf pada waktu itu? Namun apakah respon kita terhadap setiap kondisi situasi yang kita alami itu? Apakah kita menggerutu, ataukah kita bersyukur? Apakah kita menyalahkan orang lain ataukah kita berusaha melakukan yang terbaik tidak perduli apa keadaan sekitar kita?
Adakah respon kita seperti Yusuf di jamannya? Satu hal, Yusuf tahu dan percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuknya. Dia percaya ada waktu Tuhan yang selalu memberikan yang terbaik. “He knows better than I”. Kalau engkau merasa engkau tahu yang terbaik mengenai dirimu sendiri, engkau salah. Kita cuman tahu mungkin 50%-65% dari diri kita bahkan kurang. Bahkan kita tidak tahu apa yang ada di dalam sel-sel tubuh kita. Kita malah bisa lupa sejarah hidup kita. Namun Tuhan tahu segalanya. Dia tahu awal dan akhir. Dia yang mengetahui setiap sel di dalam tubuh kita. Dia tahu bahkan sebelum kita dijadikan di rahim ibu kita.
He knows better than I. Yes he does!
God Bless You All