First of all, Merry Christmas! May God Bless You All!
Hari Natal bukan hanya menjadi sebuah perayaan yang dirayakan oleh orang-orang Kristen saja. Namun saat ini sudah menjadi sebuah kebudayaan yang mendunia. Hampir setiap orang menyadari bahwa bulan Desember adalah bulan hadiah. Lebih dari hari valentine, sepanjang bulan ini, orang-orang sudah menyiapkan hadiah-hadiah, acara-acara untuk memeriahkan Natal ini.
It’s fun actually, however, as my Senior Pastor said, the focus of Christmas is CHRIST. They only care about Christmas party, Christmas gathering, Christmas sales etc.
Di hari Natal ini, aku dan sejumlah temen-temen dari dewasa muda diberi kesempatan untuk caroling di sebuah panti untuk orang-orang yang disable. Di sana banyak orang-orang yang disable baik secara mental juga secara fisik.
Kami bernyanyi, memberikan hadiah, dan berdoa di sana. Selain itu kami juga mendapatkan kesempatan untuk membantu memberi makan buat mereka yang tidak mampu untuk makan sendiri.
Seperti yang Richard (ketua koordinator YABS -red) katakan, “Sometimes we take our life for granted.” Kita ga pernah bersyukur, bahkan kita membenci diri kita untuk satu dan lain hal.
Ketika kami berada di tengah-tengah mereka, sungguh, yang aku rasain adalah, ketika kita melayani mereka, aku teringat Tuhan yang rela turun menjadi sama dengan manusia bahkan melayani manusia.
Dan tiba-tiba saja aku teringat mengenai dosa kesombongan. Tuhan sangat membenci dosa kesombongan. Kalo kita hebat hari ini, kalo kita punya posisi hari ini, kalo kita diberkati hari ini, semua bukan karena kita, tapi karena Tuhan semata. Ketika kita sombong, kita ga sadar bahwa kita itu ga ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Seorang dokter pernah berkata, kalau salah satu saraf di otak kita bergeser sedikit saja, maka akan terjadi kekacauan di otak kita.
Kalau kita saat ini bisa bernafas pun, itu semua karena anugerah Tuhan. Oh Tuhan maha dashyat.
Sesaat sebelum aku tulis tulisan ini, aku membaca sebuah judul berita di strait times, judulnya : A gift of life for Christmas. Di hari Natal ini, maukah kita berkomitmen lagi sama Tuhan. Biarlah yang menjadi poros dan fokus kehidupan kita adalah Tuhan itu sendiri. Tanpa dia, kita bukan apa-apa.
Biarlah sebuah ayat menjadi penutup tulisan hari ini, diambil dari Yohanes 1:16 yang berbunyi : “Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”
Biarlah semua kemuliaan hanya bagi Tuhan.
God Bless You All! Merry Christmas.