Kanashimi ni Makenaide

Sebuah lagu yang lembut dan dinamis mengalun melalui speaker ku malam ini. Sebuah lagu berbahasa Jepang yang berjudul Kanashimi ni Makenaide yang dinyanyikan oleh salah seorang penyanyi favoritku, Shimokawa Mikuni.

Lagu ini menceritakan seorang teman baik yang sedang menyemangati temannya yang sedang bersedih hati. Harapan, mimpi dan iman yang ia punyai tiba-tiba lenyap. Namun sang teman berkata, “Janganlah bersedih, lihatlah masa depan yang ada di depanmu.”
Dan sang teman berjanji akan selalu berada di sampingnya di manapun ketika memungkinkan.

Coba simak seluruh liriknya berikut ini dalam terjemahan bahasa Inggrisnya :

There are many nights alone where i feel like crying.
On this endless journey, anyone would dream.
Having faith in something, and then losing something in return.
I embraced you.
But the running tears will soon turn into gentleness, surely.
Don’t lose to the sadness. You can see the future straight ahead.
You’re not alone, everyone has wishes that can come true.
The wind of tomorrow will surely bring a gentle scent.
I promise that I will always be beside you, whenever it may be.

Benar sekali, semua orang punya impian. Cuman orang mati yang ga punya impian. Namun seringkali di tengah jalan kita berusaha meraih mimpi dan cita-cita kita, seringkali kita jatuh. Banyak batu, banyak rintangan di sepanjang jalan kita menuju impian kita itu. Bahkan banyak yang mengalami impian itu seolah-olah tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Di dalam lagu itu, kita bisa melihat bagaimana seorang teman baik yang menyemangati temannya bahwa masa depan dan harapan itu selalu ada. Badai dan kesedihan itu tidak selamanya. Selalu ada harapan cerah yang menunggu setelah langit kelam.

Yesus, sang sahabat kita yang setia, Dia saat ini juga sedang berdoa untuk Anda! Dia sedang menyemangati Anda untuk tidak menyerah di dalam kehidupan ini. Yesus ga akan pernah putus asa terhadap kita, Dia ga akan pernah tinggalkan kita sendirian.

Setiap orang yang hidup, siapapun itu, ia akan terus mengalami apa yang dinamakan dengan pergumulan. Dari anak kecil sampai orang tua, pergumulan itu selalu ada. Tuhan ga pernah janji kalo kita ikut Yesus, semuanya akan lancar-lancar. Bahkan Ia meminta kita untuk ikut memikul salibNya setiap hari. Namun satu hal yang Tuhan janjikan, di setiap keadaan apapun, di setiap pergumulan apapun yang kita hadapi saat-saat ini, entah besar atau kecil. Sekecil apapun pergumulan kita, tidak akan pernah luput dari kuasa Tuhan. Sebesar apapun pergumulan kita, itu tidak akan pernah terlalu besar bagi Tuhan kita.

Tahun 2008 adalah tahun yang tangguh. Tiba-tiba krisis global, krisis pangan menerpa dunia dengan sangat tidak diduga-duga. Bahkan krisis ekonomi yang terjadi saat ini lebih menakutkan dari krisis tahun 1998 sepuluh tahun yang lalu.

Buat saya pribadi sendiri, banyak gelombang kehidupan yang ga mudah untuk ditaklukan. Namun selama kita berada di dalam kapal yang dinahkodai oleh nahkoda sejati Yesus Kristus, ada badai atau angin atau guntur, kita akan selalu aman dalam lindunganNya. Saya sendiri merasakan penyertaan tangan Tuhan yang senantiasa memimpin aku langkah demi langkah.

Memasuki tahun 2009, jujur saja, ada mimpi-mimpi yang Tuhan belum ijinkan menjadi kenyataan di tahun 2008. Namun masa depan itu ada.

Coba bayangkan kalau Tuhan sendiri yang sedang menyanyi untuk menyemangati Anda saat ini, maukah Anda mempercayaiNya saat ini?
“But the running tears will soon turn into gentleness, surely.
Don’t lose to the sadness. You can see the future straight ahead.
You’re not alone, everyone has wishes that can come true.
The wind of tomorrow will surely bring a gentle scent.
I promise that I will always be beside you, whenever it may be.”

Dia bukan hanya menyanyi dan menyemangati Anda. Tapi Dia sendiri sedang berdoa untuk Anda supaya Anda mengerti dan tahu bahwa ada seorang sobat yang ga pernah tinggalkan kita. Yesus Kristus namanya.

Don’t lose to the sadness! (Kanashimi ni Makenaide)

God Bless You ALL!! ^^

Respond to this post