Sebuah sikap hati bertitle Iman

Iman, kata yang sering kita dengar. Di dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Faith. Definisi di dalam Oxford pokcet dictionary, Faith is strong trust and confidence in somebody or something.

Apakah kamu tahu iman itu apa? Yeah, di Ibrani 11:1 dikatakan bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Yeah, aku tahu iman itu apa, mungkin kebanyakan dari kita berkata demikian. Tapi seberapa jauh kita bertindak dan melakukan apa yang kita sebut dengan iman tersebut?

Apakah iman itu sama dengan pikiran positif yang didengungkan oleh kebanyakan orang akhir2 ini? Ya saya pasti bisa, ya saya pasti berhasil, saya pasti sukses. Seperti yang kita tahu, itu berbeda. Perbedaannya tidak perlu dibahas di sini, namun yang ingin disampaikan di sini adalah terlebih kepada iman sebagai sebuah sikap hati.

Iman itu sebuah sikap hati kita dimana kita percaya sungguh-sungguh atau 100% di mana kita memilih untuk mempercayai Tuhan dalam hal ini dibandingkan mempercayai apa kata orang lain atau fakta atau situasi yang ada saat ini di depan kita.

Sebagai contoh, jika aku berkata aku percaya pada Tuhan bahwa Dia akan mengangkat aku di dalam karir aku, maka ketika aku menghadapi sebuah project dan setelah aku berusaha sebaik-baiknya namun performance ku buruk dan lalu aku berkata, “Seharusnya aku bisa lebih baik lagi”, bisa dikatakan kalau aku ini gagal dalam sikap hati iman aku. Pernyataan “Seharusnya aku bisa lebih baik lagi” tidak salah, namun ketika aku berkata demikian, sama saja aku berkata kalau kesuksesan itu datangnya karena hasil kerja keras tanganku. Performance ku buruk itu fakta, aku telah berusaha sebaik-baiknya pun itu sebuah fakta, namun sikap hati kita adalah sebuah pilihan. Apakah kita bersikap menyalahkan diri kita atau kita bersikap untuk bangkit bersama Tuhan karena percaya Tuhan bekerja dalam segala perkara, itupun pilihan kita.

Sebuah kisah nyata di mana seorang istri dinyatakan kanker dan dokter bilang ia tidak dapat diselamatkan lagi, sang suami cuman berkata, “Dokter menyingkirlah, istriku ayo kita pergi, orang ini berbahaya buat kamu.” Ia lebih mempercayai janji Tuhan daripada fakta yang dikatakan oleh dunia. Sebuah sikap hati dan keputusan yang mungkin tidak banyak diambil oleh kebanyakan orang.

Barusan aku baca lagi buku John Mason, di dalamnya ada artikel bagus berjudul “Lepaskanlah agar Anda dapat memperoleh”. Check it out

***

Anda tidak bebas sebelum Anda ditangkap oleh rencana tertinggi Tuhan untuk hidup Anda. Hanya mereka yang terikat pada Kristus benar-benar bebas. Di dalam kehendakNyalah damai sejahtera kita.

Ada sesuatu yang signifikan terjadi ketika kita berserah sepenuhnya kepada Dia.

“Jika seseorang berdiri dengan kaki kanannya di atas kompor panas dan kaki kirinya di dalam lemari es, beberapa ahli statistik akan menegaskan bahwa, rata-rata, ia akan merasa nyaman” (Oral Hygiene). Tidak ada yang mungkin lebih jauh dari kebenaran ini. Tuhan tidak mau kita menjalani hidup kita dengan satu kaki di dalam kehendakNya dan satu kaki lagi di dunia. Ia menginginkan kita seutuhnya.

Dwight L. Moody berkata, “Tidak perlu waktu lama untuk mengetahui di mana harta seseorang berada. Dalam lima belas menit percakapan dengan sebagian besar orang, Anda dapat mengetahui apakah harta mereka di bumi atau di surga.” Ketika masih muda, Billy Graham berdoa, ” Tuhan, ijinkan aku berbuat sesuatu – apa saja – untukMu.” Lihatlah hasil dari doa yang sederhana tetapi sepenuh hati itu.

Mereka yang dapat melihat tangan Tuhan dalam segala hal dapat menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Anda harus melepaskan supaya Anda dapat memperoleh. Ketika Anda tidak mempunyai apa pun yang tersisa selain Tuhan, maka untuk pertama kalinya Anda menjadi sadar bahwa Ia saja sudah cukup. Ketika Anda tidak menyembunyikan apa pun dari Tuhan, Anda memperlihatkan kasih Anda kepada Dia. “Gagasan paling penting yang pernah saya miliki adalah gagasan tentang tanggung jawab individual saya terhadap Tuhan” (Daniel Webster).

Dunia jarang melihat apa yang Tuhan dapat perbuat dengan, untuk, dan melalui manusia yang sepenuhnya berserah kepada Dia. Corrie ten Boom menasihati : Jangan repot-repot memberi perintah kepada Tuhan. Cukup melaporkan diri untuk bertugas.

Apa dan bagaimana Anda menyembah menentukan jadi apa Anda nantinya. Apa pun yang mengubah nilai-nilai Anda akan mengubah perilkau Anda, menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Martin Luther : Tuhan menciptakan dunia dari kehampaan, dan selama kita bukan apa-apa, Ia dapat membuat sesuatu dari kita.

***

Apakah kita bergantung sama Tuhan saat ini? Lihat hati kita saat ini, apakah Tuhan yang jadi andalan kita, atau harta kita, atau kepandaian kita, atau penampilan kita?

Pernyataan yang begitu jelas dan sangat jelas adalah : “Ketika Anda tidak mempunyai apa pun yang tersisa selain Tuhan, maka untuk pertama kalinya Anda menjadi sadar bahwa Ia saja sudah cukup.”

Ada artikel lain dari John Mason yang berjudul Pengangkatan Iman.  Saya akan menuliskannya di lain waktu :)

Kalau boleh aku kutip sedikit, “Iman bukanlah pil yang Anda makan, melainkan otot yang Anda gunakan. Iman adalah ketika tangan dan kaki Anda terus bekerja sewaktu kepala Anda dan orang lain mengatakan itu tidak dapat dikerjakan. Iman perlu untuk menang.”

Tuhan berkati Anda semuanya!

2 Tawarikh 16 : 9
~Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia~

Respond to this post