Iman vs melihat

Akhir-akhir ini Tuhan sedang berbicara dan Dia masih berbicara hal yang sama kepadaku. Don’t rely on yourself, Pray and Know what MY will in your life. Aku paling suka kalo Tuhan lagi bicara sama aku. Mungkin seperti kebanyakan orang, aku ga pernah denger suara Tuhan secara audible dan secara harafiah di dalam kehidupan aku. Tapi sebagai seseorang yang kenal sama Tuhan, kita akan tahu kapan dan bagaimana Tuhan itu sedang berbicara kepada kita. Untuk aku sendiri, kalo Tuhan sedang bicara sama aku tentang sebuah topic yang khusus, Dia akan memakai banyak orang untuk berbicara hal yang sama di waktu yang berbeda. Interesting. Saat ini Tuhan sedang mengajariku, sekali lagi, untuk PERCAYA SEPENUHNYA kepada Tuhan.

Sekali lagi kemaren di COOL Sengkang, aku diingatkan kembali mengenai doa. Mengambil perikop Yakobus 4, di sana dikatakan “kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa, atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”

Seringkali kita mendengar kalau Keinginan dan Kebutuhan adalah berbeda. Aku percaya Tuhan senantiasa mencukupi kebutuhan kita. Namun seringkali kita menginginkan sesuatu yang belum menjadi kebutuhan dan menjadikan keinginan itu seolah-olah sesuai dengan kehendak Tuhan. Ya, jujur saja berkali-kali aku juga punya keinginan yang secara sadar atau tidak sadar hanya untuk memenuhi keinginan dan hawa nafsuku semata.

Again, Tuhan senantiasa mencukupi kebutuhan kita. Tuhan kita adalah Jehovah Jireh, yang artinya Tuhan memenuhi kebutuhan kita (tepat di saat kita benar-benar membutuhkannya, tidak terlambat, tidak terlalu cepat, JUST IN TIME).

Honestly, today aku lagi berdoa untuk sesuatu. Sebuah doa yang aku sangat nanti-nantikan jawabannya. Sebuah kesaksian dari salah satu member COOL Sengkang kemarin. Ketika Tuhan berbicara dan menyatakan janjiNya bahwa akan ada mujizat. Sama seperti Abraham, Tuhan kadang ga bilang kapan mujizat itu akan datang. Mampukah kita menanti? Ataukah kita mulai menggunakan cara-cara sendiri, seperti Abraham menghampiri Hagar, dan membuat Ismael kita sendiri?

When I was in my quiet time one day, yeah, I was making my own Ismael(s) to fulfill God’s promise in my life. Aku seringkali memakai cara-caraku untuk membantu percepatan penggenapan janji Tuhan di dalam hidupku.

Saat-saat ini, Tuhan lagi bener-bener proses aku supaya aku cuman mengharapkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Di saat perjalanan ini, aku sering bimbang, aku goyah, karena fakta yang kelihatan secara kasat mata tidaklah sesuai dengan apa yang aku inginkan. Again, ini bukan soal keinginan, Tuhan tahu yang terbaik. RancanganNya bukan rancanganku. Maukah kita percayakan hidup kita, termasuk keinginan kita sesuai dengan kehendakNya? Aku mau :)

Satu hal yang dishare di COOL kemaren, kalo Tuhan jawab doa kita dengan berkata “Tidak” sama kita, apakah kita sudah siap? Seringkali kita tidak siap. Tapi mari kita sama-sama percaya janji Tuhan dan tidak bimbang. Tuhan ga pernah lalai menggenapi janjiNya.

Karena rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan, namun rancangan yang mendatangkan kebaikan, damai dan sukacita.Bapa kita bapa yang kekal yang senantiasa mengetahui kebutuhan anak-anakNya.

Apa yang kita andalkan saat-saat ini? Iman atau penglihatan? Hanya kita sendiri yang tahu…

God Bless You!

Respond to this post