Salah satu alasan utama Alkitab ditulis adalah untuk mengajar kita mengharapkan y ang sebaliknya dari apa yang kita lihat di dunia, “Saya tidak dapat mempercayai mata saya” adalah pernyataan yang sangata spiritual, karena kita harus berjalan oleh iman dan bukan oleh penglihatan. Perkara-perkara paling berpengaruh di dalam hidup kita sama seperti wortel di dalam tanah, 10 persen terlihat dan 90 persen tidak terlihat. Apa yang kelihatan itu memperdaya.
Salah satu prinsip yang berlawanan dari Tuhan ditemukan di dalam apa yang Yohanes Pembaptis katakan (dalam Yohanes 3:30) :
Ia [Yesus] harus semakin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Tuhan mengatakan kita harus memberi untuk menerima, mati untuk hidup dan melayani untuk memimpin. Di duniayang berkebalikan ini – apa yang Pat Robertson sebut “kerajaan yang terbalik” – “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:6), dan “baransiapa kehilangan nyawanya karena Aku [Yesus], ia akan memperolehnya” (Matius 10:39).
Ketika rasa takut datang, harapkan yang sebaliknya – iman untuk bangkit di dalam diri Anda.
Ketika gejala-gejala penyakit menyerang tubuh ANda, harapkan yang sebaliknya -kuasa kesembuhan dari Tuhan untuk menjamah Anda.
Ketika kesedihan mencoba melekatkan diri pada Anda, harapkanlah yang sebaliknya – sukacita dari Tuhan menjadi kekuatan Anda.
Ketika kekurangan datang, harapkan yang sebaliknya – persediaan dari Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda.
Ketika kebingungan datang, harapkan yang sebaliknya – damai sejahtera dari Tuhan untuk menghibur Anda.
Ketika kegelapan mencoba menutupi Anda, harapkan yang sebaliknya – terang TUhan untuk menyindari Anda.
Tuhan memilih orang-orang biasa untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih ALlah untuk memalukan apa yang kuat … supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah (1 Korintus 1:27,29)
“Apakah Anda pernah berlari mencari tempat perlindungan di dalam badai, dan menemukan buah yang tidak Anda duga? APakah Anda pernah pergi kepada Tuhan untuk mencari perlindungan, yang digerakkan oleh badai dari luar, dan di sana menemukan buah yang tak terduga ?” (John Owen). Betapa sering Anda merasa tidak bijaksana dalam hidup Anda? Jangan khawatir. Lihatlah pada Tuhan-Ia siap dan bersedia maju atas nama Anda. Khotbah di Bukit dikhotbahkan untuk mengangkat kita dari lembah keputusasaan. Jika Anda ingin naik lebih tinggi, turunlah lebih dalam.
Keraguan melihat penghalang, Iman melihat jalan
Keraguan melihat malam yang paling gelap, Iman melihat siang
Keraguan membuat takut untuk melangkah, Iman membubung tinggi
Keraguan mempertanyakan “siapa yang percaya”, Iman menjawab “Aku”
-Disalin kembali dari buku “Mustahil menjadi mungkin” by John Mason (page 162 – 164)-
God Bless You All!
Have a great day